Intip Profil Angga Fauzan, Founder Boyolali Bergerak dan CEO MySkill Alumni Beasiswa LPDP
Angga Fauzan, Alumni LPDP PK 124 yang saat ini sedang merintis perusahaan startup MySkill. Sebelum mendapat beasiswa LPDP, Angga merupakan seorang mahasiswa DKV ITB.
Saat kecil, Angga tumbuh dan besar di Jakarta, ayahnya seorang pedagang ayam goreng gerobakan sederhana. Hingga saat kelas 4 sd, Angga harus pindah ke kampung halaman ayahnya, Boyolali karena penggusuran lahan tempat ayahnya berjualan.
Di Boyolali, Angga tinggal di gubuk kecil milik kakeknya bekas kandang kambing. Setelah kambing-kambing itu terjual, gubuk tersebut dibersihkan dan diubah menjadi rumah untuk keluarga Angga.
“Lantainya masih tanah, dindingnya bambu triplek yang kalau hujan bocor kemana-kemana.” Ujarnya dalam penjabaranya pada akun YouTube Kemenkeu RI.
Dalam perjalanan karirnya, banyak hal yang dilalui Angga. Mulai dari bullying hingga nyaris putus sekolah.
Ketika lulus dari SMP, teman-teman yang lain setelah mengambil ijazah mereka langsung diantar orang tuanya untuk mendaftar SMA. Berbeda dengan Angga yang pada saat itu diantar ayahnya ke tempat kursus komputer dengan anggapan bisa langsung kerja setelahnya.
Angga menolak menyerah, secara diam-diam Angga pergi ke SMA yang memang ia tuju. Setelah Angga diterima barulah ia memberitahu kedua orang tuanya. Ayah angga mencari uang sebesar 1,7 juta kesana kemari untuk uang pangkal.
Angga mendapat beasiswa LPDP setahun setelah ia lulus dari sarjananya di DKV ITB. Awalnya sempat ragu, namun pada akhirnya Angga lolos seleksi beasiswa LPDP di The University of Edinburgh UK.
Pada 2016, saat Angga masih di ITB ia membuat komunitas Boyolali Bergerak. Fokus dari komunitas ini adalah taman pendidikan quran, bantuan sosial, pelatihan bimbingan beasiswa, dan lain-lain. Komunitas ini masih aktif hingga saat ini dan sedang membuka program beasiswa dan kakak asuh untuk pelajar SMP dan SMA yang membutuhkan bantuan untuk kuliah.
MySkill dibangun untuk membantu banyak orang mendapatkan skill dan pekerjaan sehingga mereka bisa membantu dirinya dan keluarganya dan sekitarnya.
“Saya benar-benar merasakan first hand experience gitu loh, oh gini rasanya bisa ngebantu orang untuk mendapatkan skill dan pekerjaan yang layak.” Ujarnya
Saat ini MySkill sudah memiliki 1,6 juta user se-Indonesia.
Komentar
Posting Komentar